Kuliner Khas Pacitan Yang Bikin Rindu

Tiwul

Tiwul, atau thiwul adalah makanan pokok pengganti nasi beras yang dibuat dari ketela pohon atau singkong. Tiwul dibuat dari gaplek. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Umumnya tiwul di Pacitan disajikan bersama sambal terasi atau pun sambal bawang lengkap dengan lalapan. Jika Anda tidak sempat untuk mencicipi tiwul di warung makan yang ada di Pacitan, anda bisa membeli tiwul instan yang biasanya disediakan di toko oleh-oleh yang ada di Pacitan.

 

Kupat Tahu

Menu yang satu ini menjadi kuliner favorit Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Jika beliau pulang kampung ke Pacitan pasti selalu mencicipi menu ini, terakhir setelah sudah tidak menjabat presiden, SBY bersama keluarga melakukan wisata kuliner di pusat kuliner Pasar Minulyo untuk menikmati kupat tahu bahkan seluruh pengunjung pasar pada waktu itu ditraktir makan gratis.  Bahan utama dari kupat tahu adalah tahu yang dipotong-potong kecil yang dicampur dengan ketupat (kupat), diberi potongan berbagai macam sayur di atasnya dan disiram dengan kuah berbumbu dan kuah sambel kacang.

 

Soto Pacitan

Kalau mendengar kata soto, pasti sudah tidak asing lagi, karena memang soto merupakan makanan yang pasti tersedia di hampir seluruh Indonesia. Tetapi yang membedakannya adalah racikan bumbu dari masing-masing daerah. Begitu juga dengan soto Pacitan yang memeliki racikan bumbu berbeda dengan soto lain yang tentunya bikin rindu ingin mencicipi lagi. Soto Pacitan biasanya disajikan dengan kacang tanah goreng sebagai pelengkap.

 

Jadah Bakar

Kuliner satu ini bisa dibilang teman nongkrong yang wajib di nikmati ketika menikmati malam di Pacitan. Makanan ini terbuat dari ketan dan dibakar, cara memakannya di cocol dengan gula pasir. Rasa gurih dari jadah dan manis dari gula pasir menyatu disetiap gigitan, apalagi dengan diselingi hangatnya kopi atau wedang jahe. Jadah Bakar bisa dinikmati di alun-alun kota pacitan di malam hari.

 

Sego Berkat

Sego berkat atau bisa disebut sego godong jati merupakan kuliner yang populer juga di Pacitan. Dahulu kuliner ini hanya bisa dinikmati jika ada hajatan, tetapi sekarang sego berkat bisa dinikmati kapan pun karena sekarang banyak penjual yang menjajakan sego berkat. Sego berkat biasanya berlauk mie, srundeng dan lodeh. Sego berkat dibungkus dengan godong jati atau daun jati.

 

Tahu Tuna

Rasanya kurang afdol jika liburan di Pacitan tapi tidak mencicipi tahu tuna. Makanan ini seperti sudah menjadi ikon makanan khas di Kota 1001 Gua. Tahu tuna biasanya dijual dalam keadaan beku agar mudah untuk dijadikan oleh-oleh. Anda tidak perlu bingung mencari toko oleh-oleh yang menjual Tahu Tuna, anda bisa berkunjung ke Tahu Tuna Pak Ran yang letaknya ada di dekat pantai teleng ria, atau juga bisa ke toko yang terletak di depan Lapangan TNI Auri Pacitan.

Advertisements

Pesona Pantai Teleng Ria

Pantai Teleng Ria merupakan satu pantai yang sudah lama keberadaanya di jadikan obyek wisata andalan di Pacitan. Pantai Teleng Ria berbeda dengan pantai lainnya, karena pantai yang satu ini berada ditengah-tengah pegunungan Limo, serta dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi menyerupai huruf U menjadi background panorama pantai ini. Banyak yang berpendapat jika tebing yang nampak seperti huruf U ini menghalau ombak yang akan menghantam pantai ini, seolah tebing-tebing menjadi benteng pertahanan pantai Teleng Ria, hal inilah yang membuat pantai ini unik dengan ombaknya yang bersahabat, mengingat harusnya memiliki ombak yang kuat karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Pantai Teleng Ria juga sering disebut Pantai Keluarga karena banyaknya fasilitas bermain di Pantai ini, garis pantainya yang panjang memungkinkan pengunjung untuk bisa bermain voli pantai, sepak bola atau sekedar bersepeda. Namun jika ingin menikmati pantai tanpa mengeluarkan tenaga maka pengunjung dapat menyewa andong seharga Rp 25.000. Untuk para surfer pemula terdapat juga penyewaan papan seluncur mulai harga Rp 50.000. Belum habis sampai disitu, jika anda mengajak anak kecil dan takut untuk berenang di pantai maka tak jauh dari pantai terdapat Kampoeng Aeir Water Park. Dan buat para Backpacker dipantai ini juga di sediakan tenda penginapan yang bisa disewa.

Jika lapar menyerang, anda bisa membeli makanan khas yang biasa disajikan oleh penjual disekitar pantai. Makanan khas Pacitan yang perlu dicoba adalah nasi tiwul dengan lauk ikan asap yang biasa disebut Kalakan. Jika ingin membeli oleh-oleh pun tidak tidak usah jauh-jauh. Karena ada toko oleh-oleh khas Pacitan yaitu Tahu Tuna Pak Ran yang berada tidak jauh dari Pantai Teleng Ria. Selain membeli Tahu Tuna, ada juga bisa melihat langsung proses pembuatannya karena toko Tahu Tuna Pak Ran satu lokasi dengan Pabrik pembuatannya.

Profil Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan

Potensi pesisir yang dimiliki wilayah Kabupaten Pacitan juga cukup menjanjikan dimana panjang pantai mencapai 70,709 km dengan luas sampai 4 mil laut mencapai 523,82 km2, membentang melewati tujuh kecamatan mulai dari Kecamatan Sudimoro sampai dengan Kecamatan Donorojo. Ekosistem yang terdapat di wilayah pesisir Pacitan meliputi hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, estuaria, rumput laut alami dan pantai pasir putih yang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ada tujuh kecamatan pantai di Kabupaten Pacitan yang dijadikan sebagai wilayah kegiatan di sektor perikanan khususnya perikanan tangkap. 7 Kecamatan pantai tersebut adalah.

  1. Kecamtan Pacitan
  2. Kecamatan Pringkuku
  3. Kecamatan Kebonagung
  4. Kecamatan Tulakan
  5. Kecamatan Ngadirojo
  6. Kecamatan Sudimoro
  7. Kecamatan Donorojo

 

Tempat Pelelangan ikan (TPI) sebagai sarana untuk pemasaran hasil tangkapan nelayan terdapat di 6 tempat pendaratan ikan yaitu.

  1. Kecamatan Pacitan sebanyak 2 buah yaitu di Pantai Teleng Ria dan Pantai Tamperan di Kelurahan Sidoharjo.
  2. Kecamatan Pringkuku di pantai Watukarung Desa Watukarung.
  3. Kecamatan Kebonagung di Pantai Wawaran Desa Sidomulyo.
  4. Kecamatan Ngadirojo di Pantai Tawang Desa Sidomulyo.
  5. Kecamatan Sudimoro di Pantai Karangturi, Ngobyok Desa Sumberejo.

Salah Satu dari enam lokasi TPI saat ini telah menjadi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), yaitu PPP Tamperan, yang telah diresmikan operasional minimumnya pada tanggal 29 Desember 2007 oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kabupaten Pacitan memiliki potensi perikanan laut yang baik. Pada tahun 2014 jumlah produksi perikanan darat hanya 12,21 persen saja dari seluruh produksi perikanan Kabupaten Pacitan, sisanya berasal dari produksi ikan laut yang mencapai 87,79 persen.

Produksi ikan darat dari budidaya kolam yang terbesar berada di Kecamatan Pacitan yaitu sebesar 147.560 Kg, disusul kecamatan Ngadirojo 131.995 Kg dan Kecamatan Arjosari menduduki peringkat ketiga dengan produksi sebesar 78.063 Kg. Jenis ikan yang dibudidayakan paling banyak adalah ikan lele sebesar 595.282 Kg atau mencapai 85,86 persen dari seluruh ikan yang dibudidayakan.

Untuk budidaya tambak di Kabupaten Pacitan hanya terdapat di dua kecamatan yaitu Pacitan dan Ngadirojo, dengan jenis ikan berupa udang vandanname. Produksi udang di tambak ini sebesar 196.808 Kg atau mencapai 94,71 persen berada di Kecamatan Pacitan.

Produksi ikan darat di perairan umum yang terbesar berada di kecamatan Pacitan sebesar 145.492 Kg, disusul kecamatan Ngadirojo 115.805 Kg dan Kecamatan Pringkuku menduduki peringkat ketiga dengan produksi sebesar 37.131 Kg. Jenis ikan yang banyak ditangkap adalah ikan Nila, Lele dan Mujair.

Sedangkan untuk produksi ikan laut terbesar terdapat di kecamatan Pacitan yaitu sebesar 5.954.064 Kg sedang yang terkecil di kecamatan Donorojo yang hanya 17.503 Kg. Untuk ikan laut yang banyak ditangkap adalah ikan Layur yaitu sebesar 1.757.690 Kg, disusul dengan ikan Tuna sebesar 1.455.970 Kg. Untuk ikan cakalang menduduki peringkat ketiga yaitu sebesar 1.280.034 Kg.

Komoditas ikan yang terdapat di perairan laut Kabupaten Pacitan bermacam-macam mulai jenis ikan pelagis besar , pelagis kecil, demersal ,jenis udang-udangan (Crustacea). Berikut ini lebih rinci jenis ikan yang terdapat di Kabupaten Pacitan.

  1. Ikan pelagis besar, yaitu ikan yang mempunyai habitat di tengah sampai permukaan laut dan pada umumnya berukuran besar, seperti Tuna, Cakalang, Tongkol, Tengiri, Marlin dan Lemadang.
  2. Ikan pelagis kecil, ikan yang mempunyai habitat di tengah sampai permukaan laut dan pada umumnya berukuran kecil, seperti Kembung, Lemuru, Rebon, Keri, Kuwe, Pisang-pisang, Julung-julung, Layang, Kuniran, Golok-golok, Lencam dan Cumi-cumi.
  3. Ikan demersal besar, yaitu ikan yang mempunyai habitat di dasar laut dan pada umumnya berukuran besar, seperti Cucut, Pari, Tiga Waja, Kakap Merah, Kakap Putih dan Kerapu.
  4. Ikan demersal kecil, yaitu ikan yang mempunyai habitat di dasar laut dan pada umumnya berukuran kecil, seperti Lobster, Layur, Manyung, Sebelah, Bawal, Udang, Peperek, Kurisi dan Pogot.

 

Untuk tabel hasil produksi perikanan laut Kabupaten Pacitan tahun 2015 dapat dilihat pada pendahuluan halaman. Berikut ini merupakan jumlah produksi tangkap per Kecamatan di Kabupaten Pacitan tahun 2009-2015.

Tabel 4.2 Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Per Kecamatan di Kabupaten Pacitan Tahun 2010 – 2015

kecamatan Jumlah Produksi (Kg)
2010 2011 2012 2013 2014 2015
Donorojo 49.957 12.083 22.093 20.990 17.503 48.690
Pringkuku 331.982 224.105 98.033 61.096 324.360 814.774
Pacitan 3.896.408 5.299.184 5.340.157 6.930.545 5.954.064 7.786.236
Kebonagung 18.240 116.490 126.400 163.235 545.751 673.919
Tulakan 80.966 61.872 79.687 57.711 150.936 153.071
Ngadirojo 535.322 566.116 542.606 542.606 794.721 1.099.339
Sudimoro 144.023 37.758 43.199 46.577 212.165 239.574
JUMLAH 5.056.898 6.317.608 6.252.175 7.822.760 7.999.500 10.815.603

Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan

Banyaknya jumlah hasil tangkapan ikan yang ada di Kabupaten Pacitan membuat ide membuat olahan dari ikan tuna muncul. Olahan tersebut terutama adalah tahu tuna. Di Kabupaten Pacitan saat ini sudah banyak sekali indutri pengolahan tahu tuna, baik dalam skala rumah tangga maupun lebih. Jadi jika berkunjung ke Pacitan akan terasa kurang lengkap jika belum merasakan lezatnya tahu tuna khas Pacitan.

Pantai Teleng Ria Pacitan

Bagi yang tinggal maupun yang pernah singgah di Pacitan pasti sudah tidak asing lagi dengan pantai yang satu ini. Pantai Teleng Ria, letaknya yang tidak jauh dari pusat kota Pacitan membuat pantai ini menjadi tujuan utama wisata di Kota 1001 Goa. Maka tidak jarang jika saat berkunjung di hari libur lokasi wisata unggulan yang satu ini di penuhi wisatawan.

Secara administratif, Pantai Teleng Ria Pacitan terletak di Desa Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan. Lebih tepatnya ada di jalan WR Supratman, Kel. Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan koordinat GPS -8.220346,111.080865.

Pantai Teleng Ria adalah juga salah satu dalam deretan pantai di selatan Pulau Jawa yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Pantai dengan relief yang relatif landai ini memiliki luas sekitar 40 hektar dengan panjang garis pantai mencapai hingga 2.5 km. Ada sebuah pantai lain yang letaknya bersebelahan dengan pantai Teleng Ria, yaitu pantai Tamperan. Antara keduanya dipisahkan oleh sungai Teleng. Keberadaan pantai Teleng Ria ini diapit oleh pegunungan Limo. Tatkala Anda berada di pantai tersebut, Anda dapat menyaksikan tebing-tebing tinggi membentuk pola huruf U yang berdiri mengelilingi pantai, seolah melindungi pantai.

Untuk mencapai Pantai Teleng Ria tidak lah susah, jika anda menggunakan mobil atau motor pribadi. Anda bisa meminta panduan arah ke wisata Pantai Teleng Ria di Pacitan di google maps yang terpasang di smartphone anda. Akan tetapi jika anda memakai kendaraan umum seperti : bis umum atau angkutan lainnya juga bukan masalah besar, pasalnya anda bisa berhenti di terminal bus kota Pacitan. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi anda menuju Jl. WR. Supratman hingga sampai di lokasi Wisata Pantai Teleng Ria tersebut. Hanya perlu menempuh perjalanan selama 10 menit untuk dapat tiba di pantai Teleng Ria dari pusat kota.

Kalau mampir di Teleng Ria pasti tidak akan lengkap tanpa membeli Tahu Tuna yang sudah menjadi Food Icon dari Kabupaten Pacitan. Anda bisa berkunjung ke pabrik pembuatan Tahu Tuna di dekat pantai Teleng Ria. Alamatnya adalah sebelum loket karcis dari Pantai Teleng Ria, belok kiri, kurang lebih 200 meter.

Gambaran Singkat Pacitan

Dalam artikel sebelumnya, sudah dibahas sejarah singkat dari kota Pacitan yang merupakan kota nya Tahu tuna. Pada artikel ini Eza Mandiri akan memberikan informasi sedikit tentang bagaimana Pacitan.

Posisi koordinat Kabupaten Pacitan terletak antara 7,92o – 8,29o Lintang selatan dan 110o – 111,43o Bujur Timur. Luas Kabupaten Pacitan adalah 1.389,87 Km2 dengan luas tanah sawah sebesar 130,15 Km2 atau sekitar 9,36 persen dan luas tanah kering adalah 1.259,72 Km2 atau sekitar 35,89 persen.

Kabupaten Pacitan terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara, Kabupaten Trenggalek di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di barat.

Unit administrasi pemerintahan di bawah Kabupaten adalah Kecamatan. Setiap kecamatan terbagi dalam kelurahan/desa dan setiap kelurahan/desa terbagi habis dalam Rukun Warga (RW) ataupun Rukun Tetangga (RT). Secara rinci wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Pacitan terbagi menjadi 12 Kecamatan yang membawahi 5 kelurahan dan 166 desa, yang terbagi habis ke dalam 1.778 RW dan 4974 RT. Berikut merupakan tabel pembagian wilayah Kabupaten Pacitan menurut kecamatan tahun 2014.

Tabel 4.1 Pembagian Wilayah Kabupaten Pacitan Menurut Kecamatan tahun 2014

NO Kecamatan Desa Kelurahan Dusun RW RT
1 Donorojo 12 126 143 359
2 Punung 13 108 168 364
3 Pringkuku 13 121 124 300
4 Pacitan 20 5 125 125 451
5 Kebonagung 19 130 175 413
6 Arjosari 17 104 140 405
7 Nawangan 9 52 128 432
8 Bandar 8 49 137 403
9 Tegalombo 11 50 146 507
10 Tulakan 16 95 203 541
11 Ngadirojo 18 95 148 435
12 Sudimoro 10 60 141 364
Jumlah 166 5 1115 1778 4974

Sumber Data: Badan Penelitian, Pengembangan dan Statistik Kabupaten Pacitan

Sejarah Singkat Pacitan

 

Pacitan merupakan kota kelahiran dari “Tahu Tuna”. Jadi jika mendengar kata Tahu Tuna pasti tidak akan lepas dari kota Pacitan. Pada postingan kali ini Eza Mandiri akan membahas sejarah singkat dari Pacitan.

Terdapat minimal dua versi mengenai asal usul nama Pacitan. Versi pertama, Pacitan berasal dari kata “Pace Sak Pengetan” yang diberikan oleh Pangeran Mangkubumi saat menyingkir ke daerah Wengker Kidul karena terdesak musuh. Saat itu sedang terjadi perang gerilya 1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) melawan VOC Belanda, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya mundur keselatan sambil mencari dukungan untuk membantu perjuangan. Tanggal 25 Desember 1749 rombongan tersebut lemah lunglai, dan atas bantuan setroketipo beliau diberi sebuah minuman yaitu buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa, dan seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Daerah itu diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian sering disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama kabupaten Pacitan (Drs. Ronggosaputro;1980)

Setelah Pangeran Mangkubumi menjadi Hamenku Buwono I beliau memenuhi janjinya kepada para pengikutnya yang ketika itu ikut bergerilya. Setroketipo diangkat menjadi Bupati Pacitan ke-2 setelah sebelumnya dijabat oleh Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo. Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo sebelumnya diangkat juga oleh Pangeran Mangkubumi pada tanggal 17 Januari 1750 setelah beliau banyak membantu Pangeran Mangkubumi ketika bergerilya didaerah pacitan. Ketika itu Ngabehi Suromarto menjabat demang Nanggungan dan ketika diangkat bupati bergelar Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo.

Versi yang lain mengatakan bahwa Pacitan berasal dari kata pacitan yg berarti makanan kecil, camilan, snack yang tidak mengenyangkan. Ada yang mengkaitkan ini dengan kondisi Pacitan saat itu sebagai daerah minus sehingga sumber daya alam yang ada tidak mencukupi atau tidak mengenyangkan warga yang tinggal di tempat tersebut.

Ada fakta yang menarik bahwa nama Pacitan ternyata telah muncul jauh sebelum terjadi perang gerilya Pangeran Mangkubumi. Nama Pacitan telah disebut-sebut dalam Babad Momana yang dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645). Berikut ini adalah nama-nama Pejabat Bupati Pacitan.

  1. 1745-1750 : R.T.Notopoero (Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo).
  2. 1750-1757 : R.T.Notopoero (Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo).
  3. 1757- : R.T.Soerjonegoro I
  4. 1757-1812 : R.T.Setrowidjojo I (Setroketipo)
  5. 1812- : R.T.Setrowidjojo II ((3 bulan) R.M Lantjoer)
  6. 1812-1826 : M.T.Djogokarjo I (Jayaniman).
  7. 1826- : M.T.Djogonegoro (Mas Sumadiwiryo).
  8. 1826-1850 : M.T.Djogokarjo II (Mas Karyodipuro).
  9. 1850-1864 : R.T. Djogokarjo III (Mas Purbohadikaryo).
  10. 1866-1879 : R.Adipati Martohadinegoro (Raden Mas Cokrodipuro).
  11. 1879-1906 : R.T Martohadiwinoto (Mas Ngabehi Martohadiwinata)
  12. 1906-1933 : R.Adipati Harjo Tjokronegoro I (R.T. Cokrohadijoyo).
  13. 1933-1937 : kosong (pemerintahan sehari-hari oleh Patih Raden Prawirohadiwiryo).
  14. 1937-1942 : R.T.Soerjo Hadijokro (bupati terakhir masa pemerintahan Belanda).
  15. 1943- : Soekardiman.
  16. 1944-1945 : MR.Soesanto Tirtoprodjo.
  17. 1945-1946 : R.Soewondo.
  18. 1946-1948 : Hoetomo.
  19. 1948-1950 : Soebekti Poesponoto.
  20. 1950-1956 : R.Anggris Joedoediprodjo.
  21. 1956-1960 : R. Soekijoen Sastro Hadisewojo(bupati).
  22. 1957-1958 : R.Broto Miseno (Kepala Daerah Swantara II).
  23. 1958-1960 : Ali Moertadlo (Kepala Daerah).
  24. 1960-1964 : R.Katamsi Pringgodigdo.
  25. 1964-1969 : Tedjosumarta.
  26. 1969-1980 : R.Moch Koesnan.
  27. 1980-1985 : Imam Hanafi.
  28. 1985-1990 : H.Mochtar Abdul Kadir.
  29. 1990-1995 : H. Soedjito.
  30. 1995-2000 : Sutjipto. Hs.
  31. 2000-2005 : H. Soetrisno.
  32. 2005-2010: H. Sujono (meninggal sebelum selesai masa jabatan digantikan wakilnya: H.G. Soedibjo yang memerintah 34 hari).
  33. 2011- sekarang: Drs. H. Indartato, MM

Objek Wisata Yang Ada Di Pacitan

~ Pantai Srau

Berada di desa Candi Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan, sekitar 25 km dari pusat kota.

~ Pantai Klayar

Berada di Kecamatan Ngadirojo kabupaten Pacitan, sekitar 45 km dari pusat ko

~ Pantai Watu Karung

Lokasinya terletak di Desa Widoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

~ Pantai Banyu Tibo

Berada di Desa Widoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

~ Sungai Maron

Terletak di Desa Dersono Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan, sekitar 45 menit dari pusat kota.

~ Wisata Sejarah Monumen Jendral Sudirman

Berada di Desa Pakis Baru Kecamatan Nawangan Kabupaten pacitan.

~ Pemandian Banyu Anget

Berada di Desa karangrejo Kecamatan Arjosari Kecamatan Pacitan bisa ditempuh sejauh 15 km ke utara kota Pacitan.

~ Pantai Teleng Ria

Berada di jalan WR Supratman Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Pacitan Kabupaten pacitan.

~ Pantai Pidakan

Berada di dusun Godek Kulon Desa Jetak Kecamatan Tulakan, kurang lebih 50 km dari pusat kota Pacitan.

~ Pantai Soge

Lokasinya terletak di desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Kecamatan Pacitan.

~ Pantai Buyutan

Berada di Desa Widoro Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

~ Goa Gong

Terletak di Desa Bomo Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan.