Lumpia Tuna Pak Ran Eza Mandiri

 

Bahan-bahan:

10 kulit lumpia

1/4 kg daging tuna kukus tanpa tulang

1 buah wortel ukuran sedang potong kecil-kecil

1 batang daun bawang potong tipis-tipis

cabe rawit sesuai selera

5 siung bawang putih

1/2 sdt merica bubuk

Putih telur

garam, gula dan penyedap rasa secukupnya

 

Langkah-langkah:

  1. Haluskan bawang putih, cabe rawit dan merica bubuk.
  2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan di minyak yang panas. Masukan potongan wortel dan daun bawang.
  3. Masak sampai wortel empuk, kemudian masukan daging tuna kukus, gula, garam dan penyedap rasa, aduk sampai rata.
  4. Siapkan kulit lumpia dan berikan adonan yang sudah dimasak tadi di tengah kulit, dan kemudian gulung.
  5. Lakukan langkah ke 4 sampai adonan dan kulit lumpia habis.
  6. Goreng lumpia sampai kecoklatan.
  7. Lumpia tuna Pak Ran Eza Mandiri siap di sajikan 🙂

 

Advertisements

Bakso Tuna Goreng Saus Sambal ala “Eza Mandiri”

Bahan-bahan

1 bungkus Bakso Tuna Pak Ran Eza Mandiri

3 siung bawang putih, cincang halus

5 buah cabai merah keriting, haluskan

5 buah cabai rawit merah, tumbuk kasar

300 ml air

1 sdt garam

2 sdm gula pasir

1 sdm tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

1 sdm air jeruk nipis

 

Cara membuat

  1. Keluarkan Bakso Tuna Pak Ran Eza Mandiri dari dalam freezer dan rendam di dalam air agar es mencair.
  2. Setelah es mencair, goreng Bakso Tuna Pak Ran Eza Mandiri hingga kecoklatan dan tiriskan.
  3. Rebus bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan air hingga mendidih.
  4. Tambahkan garam dan gula pasir.
  5. Tuang larutan tepung kanji, masak hingga saus mengental.
  6. Matikan api, masukkan air jeruk nipis dan masukan Bakso Tuna Pak Ran Eza Mandiri. Aduk rata.
  7. Bakso Tuna Goreng Saus Sambal ala “Eza Mandiri” siap disajikan 🙂

Sejarah Singkat Pacitan

 

Pacitan merupakan kota kelahiran dari “Tahu Tuna”. Jadi jika mendengar kata Tahu Tuna pasti tidak akan lepas dari kota Pacitan. Pada postingan kali ini Eza Mandiri akan membahas sejarah singkat dari Pacitan.

Terdapat minimal dua versi mengenai asal usul nama Pacitan. Versi pertama, Pacitan berasal dari kata “Pace Sak Pengetan” yang diberikan oleh Pangeran Mangkubumi saat menyingkir ke daerah Wengker Kidul karena terdesak musuh. Saat itu sedang terjadi perang gerilya 1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) melawan VOC Belanda, Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang pengikutnya mundur keselatan sambil mencari dukungan untuk membantu perjuangan. Tanggal 25 Desember 1749 rombongan tersebut lemah lunglai, dan atas bantuan setroketipo beliau diberi sebuah minuman yaitu buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa, dan seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Daerah itu diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian sering disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama kabupaten Pacitan (Drs. Ronggosaputro;1980)

Setelah Pangeran Mangkubumi menjadi Hamenku Buwono I beliau memenuhi janjinya kepada para pengikutnya yang ketika itu ikut bergerilya. Setroketipo diangkat menjadi Bupati Pacitan ke-2 setelah sebelumnya dijabat oleh Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo. Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo sebelumnya diangkat juga oleh Pangeran Mangkubumi pada tanggal 17 Januari 1750 setelah beliau banyak membantu Pangeran Mangkubumi ketika bergerilya didaerah pacitan. Ketika itu Ngabehi Suromarto menjabat demang Nanggungan dan ketika diangkat bupati bergelar Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo.

Versi yang lain mengatakan bahwa Pacitan berasal dari kata pacitan yg berarti makanan kecil, camilan, snack yang tidak mengenyangkan. Ada yang mengkaitkan ini dengan kondisi Pacitan saat itu sebagai daerah minus sehingga sumber daya alam yang ada tidak mencukupi atau tidak mengenyangkan warga yang tinggal di tempat tersebut.

Ada fakta yang menarik bahwa nama Pacitan ternyata telah muncul jauh sebelum terjadi perang gerilya Pangeran Mangkubumi. Nama Pacitan telah disebut-sebut dalam Babad Momana yang dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645). Berikut ini adalah nama-nama Pejabat Bupati Pacitan.

  1. 1745-1750 : R.T.Notopoero (Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo).
  2. 1750-1757 : R.T.Notopoero (Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo).
  3. 1757- : R.T.Soerjonegoro I
  4. 1757-1812 : R.T.Setrowidjojo I (Setroketipo)
  5. 1812- : R.T.Setrowidjojo II ((3 bulan) R.M Lantjoer)
  6. 1812-1826 : M.T.Djogokarjo I (Jayaniman).
  7. 1826- : M.T.Djogonegoro (Mas Sumadiwiryo).
  8. 1826-1850 : M.T.Djogokarjo II (Mas Karyodipuro).
  9. 1850-1864 : R.T. Djogokarjo III (Mas Purbohadikaryo).
  10. 1866-1879 : R.Adipati Martohadinegoro (Raden Mas Cokrodipuro).
  11. 1879-1906 : R.T Martohadiwinoto (Mas Ngabehi Martohadiwinata)
  12. 1906-1933 : R.Adipati Harjo Tjokronegoro I (R.T. Cokrohadijoyo).
  13. 1933-1937 : kosong (pemerintahan sehari-hari oleh Patih Raden Prawirohadiwiryo).
  14. 1937-1942 : R.T.Soerjo Hadijokro (bupati terakhir masa pemerintahan Belanda).
  15. 1943- : Soekardiman.
  16. 1944-1945 : MR.Soesanto Tirtoprodjo.
  17. 1945-1946 : R.Soewondo.
  18. 1946-1948 : Hoetomo.
  19. 1948-1950 : Soebekti Poesponoto.
  20. 1950-1956 : R.Anggris Joedoediprodjo.
  21. 1956-1960 : R. Soekijoen Sastro Hadisewojo(bupati).
  22. 1957-1958 : R.Broto Miseno (Kepala Daerah Swantara II).
  23. 1958-1960 : Ali Moertadlo (Kepala Daerah).
  24. 1960-1964 : R.Katamsi Pringgodigdo.
  25. 1964-1969 : Tedjosumarta.
  26. 1969-1980 : R.Moch Koesnan.
  27. 1980-1985 : Imam Hanafi.
  28. 1985-1990 : H.Mochtar Abdul Kadir.
  29. 1990-1995 : H. Soedjito.
  30. 1995-2000 : Sutjipto. Hs.
  31. 2000-2005 : H. Soetrisno.
  32. 2005-2010: H. Sujono (meninggal sebelum selesai masa jabatan digantikan wakilnya: H.G. Soedibjo yang memerintah 34 hari).
  33. 2011- sekarang: Drs. H. Indartato, MM

Nasi Gulung Sosis Ala ‘Eza Mandiri’

 

Bahan-Bahan:

1 Piring nasi putih

1 bungkus Sosis Tuna Pak Ran “Eza Mandiri”

2 Siung bawang putih, haluskan

1 sdm blue band

1 butir telur

Garam secukupnya

Merica bubuk secukupnya

 

Langkah-langkah

  1. Keluarkan Sosis Tuna Pak Ran “Eza Mandiri”  dari dalam freezer dan rendam dalam air sampai es mencair.
  2. Panaskan wajan anti lengket dan beri 3/4 dari sdm blue band.
  3. Setelah blue band meleleh, masukan bawang putih, merica bubuk dan garam, tumis sampai harum.
  4. Masukan nasi putih dan aduk-aduk sampai rata hingga matang.
  5. Angkat dan masukan ke dalam piring.
  6. Kocok telur, beri garam sesuai selera dan goreng di wajan yang bundar.
  7. Setelah telur matang, jangan di angkat dulu dari wajan.
  8. Tuangkan nasi dan sosis di atas telur.
  9. Gulung telur, usahakan padat dan potong sesuai selera.
  10. Nasi Gulung Sosis Tuna ala “Eza Mandiri” siap dihidangkan. 🙂

Pizza Mie Ala “Eza Mandiri”

 

Bahan-Bahan:

1 bungkus Mie instant

1 bungkus Sosis Udang Pak Ran “Eza Mandiri”

1 butir telur ayam

Keju parut secukupnya

 

Langkah-langkah:

  1. Keluarkan Sosis Udang Pak Ran “Eza Mandiri” dari dalam freezer dan rendam dalam air agar es mencair.
  2. Rebus mie instant, usahakan jangan terlalu matang.
  3. Siapkan bumbu mie instant ke dalam mangkok, tambahkan telur dan kocok.
  4. Potong Sosis Udang Pak Ran “Eza Mandiri” sesuai selera.
  5. Tiriskan mie yang sudah direbus tadi.
  6. Masukan mie dan sosis kedalam mangkok yang berisi bumbu dan telur.
  7. Siapkan wajan anti lengket dan beri minyak sedikit.
  8. Setelah minyak panas, masukan adonan dan tunggu hingga matang. Biarkan api dalam keadaan kecil.
  9. Setelah matang, angkat dan taburkan keju parut di atas pizza mie.
  10. Pizza Mie ala “Eza Mandiri” siap disajikan. 🙂

Tips Memilih Ikan Tuna yang Segar

Tahu Tuna Pak Ran dibuat dengan ikan tuna segar dan pilihan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dari Tahu Tuna dan olahan tuna lainnya yang dihasilkan. Semakin segar ikan yang didapat tentunya rasanya makin mantap dan lezat. Namun, tahukah Anda cara membedakan ikan tuna yang masih segar dan fresh?

Kata orang memang benar kalau mau beli ikan yang bagus ya langsung ke TPI (tempat pelelangan ikan), atau pasar yang dekat laut. Ada juga sebagian orang yang lebih memilih untuk membeli ikan tuna di swalayan karena menurut mereka lebih higienis. Namun, jangan salah ikan yang tidak laku kemarin terkadang masih dijual. Jika tidak mempunyai pengetahuan mutu ikan dan perbedaan kesegaran ikan busuk, Anda akan salah dalam membeli.  Berikut ini, kami akan membagikan tips cara memilih ikan tuna yang segar.

Kulit Lembab
jika Anda menentukan ikan Tuna dalam pasar pasar swalayan atau dalam pasar, hindari menentukan ikan tuna yang kulitnya kering. Kemungkinan ebsar ikan tadi tidak lagi segar. Ciri ikan tuna segar biasanya dalam beberapa spare part kulitnya tampak kemerahan & tekstur yang elastis  waktu ditekan.

Aroma
Yang jua wajib  diperhatikan dalam memilih ikan tuna adalah, ikan Tuna segar beraroma laut yang khusus  . Waspada ikan tuna yang  bau anyir atau busuk yang menyengat.

Hindari Beli Potongan
Banyak pedangan yang menawarkan ikan potongan. Emang sih lebih hemat , apalagi apabila kita butuhnya tidak banyak. Akan tetapi hati-hati membeli tuna potongan. Yang wajib  diperhatikan adalah terdapat pedagang yang nakal menggunakan memberi bahan kimia agar terlihat segar & menggoda.

Daging Kenyal dan Padat

Tekstur dari ikan yang segar harusnya kenyal dan padat. Jika ikan di tekan sudah terasa lembek, bisa dipastikan kalau ikan tersebut sudah busuk.

Sedikit Lendir Pada Kulit

Wajar kalau ikan memiliki lendir pada kulitnya, tetapi kalau lendir itu cuma sedikit. jika lendir sudah banyak, sebaiknya urungkan niat untuk membeli ikan tersebut.

Insang Berwarna Merah

Warna merah disebabkan oleh darah yang mengikat O2. Insang merupakan tempat pertukaran gas O2 dan CO2 pada ikan. Ikan yang masih hidup insangnya melakukan proses difusi O2 dan CO2. Setelah ikan tersebut mati pertukaran gas lambat laun berkurang sehingga insang ikan berubah warnanya berubah menjadi agak pucat disebabkan karena berkurangnya darah. Insang ikan yang masih berwarna merah berarti menandakan kalau ikan masih segar atau ikan belum lama mati.

Mata ikan jernih, bersih, mengkilap, dan kemerah-merahan

Mata ikan yang masih segar dan ikan yang mulai busuk juga terlihat berbeda. Ikan yang masih segar mempunyai mata yang jernih, bersih, mengkilap, dan kemerah-merahan. Sedangkan mata ikan yang agak membusuk mulai tampak buram dan berwarna keputih-putihan.

 

Demikianlah tips untuk memilih ikan yang segar, semoga bermanfaat 🙂

Sup Siomay Tuna Ala “Eza Mandiri”

BAHAN-BAHAN

  • 1 bungkus Siomay/pangsit Tuna “Eza Mandiri”
  • 2 siung bawang putih goreng (haluskan)
  • Daun bawang, potong tipis
  • Garam secukupnya
  • 1 sdt merica bubuk
  • Gula putih secukupnya
  • 1 bungkus penyedap rasa

CARA MASAK